Selasa, 27 Oktober 2009

Radiosity

Radiosity: Radiosity atau disebut juga Global Illumination (GI) adalah teknik pencahayaan virtual yang hasinya paling realistik diantara metode2 lain, tetapi teknik ini adalah teknik yang paling mahal, dalam arti membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan hasil yang realistik (time is money :P ) bahkan dengan processor dual core dengan jumlah objek yang dikit dan setting radiosity yang paling jelek pun masih membutuhkan waktu beberapa menit untuk me-render satu gambar, padahal agar suatu game dapat dinikmati dengan enak, GPU+processor harus me-render gambar minimal 25 frame per detik. Sampe sekarang bisa dibilang mustahil untuk mengaplikasikan radiosity ke dalam game. Kalo ada yang ngaku udah make radiosity, berarti itu "fake" radiosity.

Apa keunggulan radiosity? hampir semua efek-efek cahaya dalam kehidupan kita bisa disimulasikan dengan radiosity, contohnya soft-shadow, lihat bayangan dalam kehidupan nyata jarang yang sangat hard/gelap banget, kebanyakan malah soft, atau perpaduan hard->soft. Color-bleed, contohnya dekatkan dua benda yang warnanya kontras, maka warna salah satu benda akan "nyebrang" ke benda lain. Ambient Occlusion (AO), contohnya hmm, yang ini agak susah yah, pokoknya ini berhubungan dengan pencahayaan tidak langsung dan bayangan yang dihasilkannya. Nah semua efek ini belum bisa dihasilkan oleh GPU jaman sekarang, bahkan yang sekelas 8800GTX/R600XTX dll.

HDRI: ini salah satu teknik pencahayaan virtual yang juga bisa menghasilkan gambar yang lumhay realistik juga (tetapi masih kalah jauh dengan radiosity). Bedanya teknik ini -berkat kemajuan teknologi- sudah dapat dilakukan secara realtime.

Keunggulan HDRI dengan teknik pencahayaan non-HDRI adalah dia dapat menghasilkan rentang spektrum warna yang lebih luas dibanding non-HDRI, misal warna cahaya putih dalam rentang non-HDRI tidak bisa melewati gradasi yang udah ditentukan, jadi kalo putih terang, dia akan direpresentasikan dengan warna putih doang, gak peduli itu putihnya lampu halogen, putih neon, atau putih senter. Kalo HDRI, karena spektrum warnanya lebih luas, maka putihnya berbeda sesuai dengan nilai yang di-assign pada cahaya tersebut, kalo lampu halogen misalnya, saking terangnya kita nggak hanya akan liat lampu itu bersinar berwarna putih doang, tapi juga memancarkan kilauan yang menyilaukan di mata, atau kalau ditangkap oleh kamera disebut "over-eksposure" yang menghasilkan "bloom effect". Ini efek pemanis mata yang lagi banyak dijual oleh game2 sekarang untuk menambah "realisme" dalam game. Seperti yang kamu bilang, pergantian cahaya yang halus (seamless) antara day/night cycle, itu adlah salah satu keunggulan HDRI yang memiliki spektrum warna luas.

Tapi keunggulan HDRI ya cuman itu doang, dia nggak bisa mensimulasikan/me-render soft shadow, ambient occlusion, color bleddd, dll. Plus teknik HDRI (entah itu disebut dynamic lighting ato apa) ini sangat berat sehingga nvidiapun kehilangan akal untuk menyatukan HDRI dengan antialiasing karena dua2nya sangat2 berat naudzubillah. ATI katanya udah bisa nggabungin HDRI dengan anti-aliasing, tapi belum pernah lihat hasilnya sih.

Raytracing: ini adalah salah satu teknik pencahayaan juga, tetapi lebih pada penciptaan shadow yang realistik. Dulu metode ini, sama dengan HDRI, mustahil dilakukan secara realtime, tapi sekarang sedang diusahakan oleh beberapa orang kampus-an untuk dapat dilakukan secara realtime. Ini proyek mahal tapi jelas disupport oleh developer game dan pembuat VGA card. Yang sekarang lagi ditest dengan raytrace adalah game Quake4.

Apa keunggulan raytrace? kalo emang bisa diaplikasikan, kita akan bisa nglihat efek-efek spektakuler seperti caustics (contoh: dekatkan senter pada botol yg ada airnya, lihat bayangan air yang sangat terang terpancar di meja, itu caustics). Sayangnya raytrace tidak sempurna, dia tidak bisa menghasilkan bayangan yang soft dengan gradasi (soft-shadow), dia hanya bisa menghasilkan bayangan yang sharp dan hard.

Kesimpulannya? humm, game ini bagus terutama dari teknik HDRInya, tetapi salah bila dikatakan dia mengaplikasikan Radiosity/GI disini. Kalo ingin mendapatkan realisme yang sangat tinggi, hanya ada dua cara: gabungkan semua teknik diatas jadi satu atau di-cheat, texture udah pre-render. Atau cara ketiga, yang sekarang dipake hampir semua developer game: menggabungkan 2 teknik tersebut, menggenjot VGA card sekerasnya2 dengan salah satu teknik yang diuraikan diatas (dalam hal ini HDRI), sisanya merupakan pre-rendered texture atau mencari jalan lain untuk menghasilkan efek yang sama dengan diatas ("fake" radiosty).


http://www.hyem.org/index.php?topic=2812.5;wap2

Kamis, 08 Oktober 2009

INDIGO BESERTA KELEBIHANNYA

INDIGO??

Saat ini mungkin di telinga anda sudah tidak asing lagi saat mendengar kata indigo. Tetapi, apakah anda mengetahui apa itu indigo?? Anak indigo merupakan hasil keturunn dari kedua orang tua yang new age. Kata indigo tersebut berasal dari nama warna indigo yang dikenal dari warna biru sampai violet sebagai dominasi aktifnya cakra keenam yang dikenal dengan “mata ketiga”. Dan dari beberapa ilmuan mengungkapkan bahwa kaum indigo ini akan menjadi “manusia baru” yang akan menggantikan kita manuisia normal dimasa yang akan datang.

Menurut peneliti dari Rusia 95 % anak yang lahir sejak tahun 1994 tergolong anak indigo. Hal ini dapat dilihat berdasarkan jumlah cakra yang mereka miliki. Karena pada manusia normal jumlah cakra yang di miliki hanya 5 cakra. Sedangkan pada indigo memiliki 6 cakra yang dominan berwarna violet. Dan ada sumber yang mengatakan bahwa pada tahun 2010 di daerah Jawa ,Indonesia diprediksi akan ada ± 10.000 orang ber“mata tiga”.

Terkadang para orang tua salah mendeinisikan apakah anaknya termasuk indigo atau anak yang ADD maupun ADHD. ADD (Attention Deficit Disorder) merupakan Gangguan Kekurangan Perhatian. ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder) adalah Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya. Perbedaan yang signifikan adalah anak yang indigo apabila melakukan suatu pekerjaan akan selalu menyelesaikan tugasnya secara tuntas, tepat dan cepat. Sedangkan anak ADD/ADHD tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya secara tepat dan benar.

CIRI-CIRI INDIGO

Berikut ini adalah beberapa ciri anak yang tergolong indigo:

  1. Anak indigo tidak suka dianggap anak kecil. Dan cenderung bersikap dan berfikir layaknya orang dewasa.
  2. Memiliki kemampuan spiritual yang tinggi.
  3. Dapat dengan mudah menjelajahi ruang waktu (masa lalu, masa sekarang dan masa depan).
  4. Kebanyakkan dari anak indigo tampak anti sosial selain dari kaumnya
  5. Tidak dapat dididik dengan disiplin yang kaku. Dan apabila mereka merasa tidak nyaman maka mereka tidak sungkan untuk ‘memprotes’
  6. Tidak melakukan hal-hal ‘sepele’
  7. Memiliki pola prilaku yang secara umum tidak dipelajari sebelumnya
  8. Memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan tugasnya

CARA MENGETAHUI INDIGO

Untuk pendeteksian indigo, anak yang diduga indigo melakukan foto aura. Kelima jari anak yang diduga indigo dipasang sensor scanning yang dihubungkan dengan computer. Dan dari komputer tersebut dapat diketaui warna auranya.

Dan cara termudah untuk mendeteksinya adalah dengan cara mewawancarai anak tersebut. Dari hasil tersebut apakah memenuhi kriteria anak indigo atau tidak.

TIPE ANAK INDIGO

Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999) :

Humanis

Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.

Konseptual

Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.

Artis

Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

Interdimensional.

Anak indigo tipe ini di masa yang akan datang akan menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya. Benarkah??

Kamis, 24 September 2009

Ibu berkerudung dan anak "berkutang"

Pernah kah anda menlihat seorang ibu yang mengenakan kerudung???????
kalau pernah. Apakah anda pernah pula melihat anak dari ibu yang berkerudung itu mengenakan "kutang" alias tang top??????

Saya pernah melihat hal itu sewktu didalam angkutan umum. Ibu dari anak itu berpakaian tertutup dengan kerudung yang menutup kepalanya sedangkan anaknya hanya dipakaikan 'kutang' yang sudah dimoderenisasikan. Saya sungguh kecewa pada ibu tersebut... Akan seperti apa kalau anak tersebut kelak bila sudah dibiasakan mengenakan baju minim sedari ia kecil?????

Dan orang tua biasanya akan marah bila anak remajanya mengenakan baju minim saat berpergian. Tapi mereka tidak sadar, bahwa merekalah yang sudah mendidik anaknya berkelakuan seperti itu. Dan mereka tidah mempunyai hak untuk memerahi anaknya tersebut. Jadi, bagi para orangtua didiklah anak anda sedari kecil untuk bertingkah laku dan berpakaiana yang baik dan benar

Jumat, 04 September 2009

Merokok adalah suatu kegiatan yang begitu susah dilepaskan oleh para perokok, meskipun kita semua sudah kenyang mendengar propaganda bahaya merokok ba


Merokok adalah suatu kegiatan yang begitu susah dilepaskan oleh para perokok, meskipun kita semua sudah kenyang mendengar propaganda bahaya merokok bagi kesehatan. Saya pribadi tidak berpendapat bahwa merokok itu baik bagi kesehatan. Hanya saja, dalam pengamatan saya dari pengalaman terapi, berbagai upaya yang umum dilakukan untuk berhenti dari kebiasaan merokok seringkali kurang efektif. Dan lebih aneh lagi, berbagai upaya berhenti merokok justru seringkali membuahkan hasil yang sebaliknya, yakni malah memperkuat kebiasaan merokok tersebut.

Kali ini, saya mengundang Anda untuk memahami kembali psikologi dan mekanisme kebiasaan merokok dan sekaligus menawarkan sudut pandang berbeda. Kalau boleh memberikan kesimpulan akhir di awal perenungan kita, kira-kira bunyinya begini:

“Jika Anda ingin bebas dari kebiasaan merokok, lepaskanlah semua keinginan, upaya, dan fokus untuk berhenti secara permanen dari merokok.”

Pendekatan Umum untuk Berhenti Merokok

  • Niat dan tekad yang kuat Secara statistik, hanya 2% perokok yang berhasil menggunakan metode ini. Saya tertarik untuk mencari metode yang bisa menolong 98% perokok yang tidak berhasil berhenti karena tidak cocok dengan metode niat/tekad ini.
  • Terapi Pengganti Nikotin Meskipun ada sebagian orang yang berhasil lepas dari kegiatan merokok akibat stiker maupun jenis nikotin pengganti lainnya, saya tidak pernah habis pikir: apabila kita sudah bebas dari adiksi terhadap nikotin berbentuk rokok, apakah kita layak menganggap diri bebas dari adiksi nikotin, kalau masih menggunakan bentuk nikotin yang lain?
  • Hipnoterapi Sebagai seorang hipnoterapis, saya tidak berhasil menemukan kesesuaian maupun tingkat keberhasilan yang baik dari metode ini. Saya menemukan bahwa selama klien masih punya KEINGINAN KUAT untuk BERHENTI merokok, sugesti hipnotis yang diberikan biasanya hanya bisa membantu untuk jangka pendek dan tidak mampu memberikan support dan manfaat jangka panjang. Lebih lagi, mengingat batin bawah sadar adalah aspek dalam diri yang sangat kuat, sebenarnya tidaklah aman ketika sebagian teknik hipnoterapi melakukan penggunaan sugesti negatif. Penggunaan kalimat sugesti hipnotis, baik yang diberikan saat trance maupun dalam percakapan biasa, yang berkonotasi “takutlah dengan akibat dari kebiasaan merokok” justru mengandung risiko bahwa tubuh akan memproduksi apa pun yang kita takutkan tersebut menjadi kenyataan. Tanpa bermaksud menyinggung siapapun, saya ingin menyampaikan pengamatan bahwa terkadang para praktisi hipnoterapi pun bisa lupa bahwa perumusan sugesti hipnotis bisa dibuat sedemikian kuat hingga justru membahayakan klien.
  • Akupunktur Sebagai seorang akupunkturis, saya tidak menemukan juga efektivitas yang tinggi melalui metode ini. Barangkali karena banyak akupunkturis yang terlalu fokus pada aspek detoksifikasi tubuh atas nikotin, tetapi kurang mengarahkan terapi pada aspek psikologis pasien yang sebenarnya merupakan gudang pemicu perilaku merokok.
  • Makan Melarikan dari kebiasaan merokok ke kebiasaan konsumsi baru (seperti makan atau mengunyah permen karet) kurang tepat jika disebut sebagai penyembuhan karena lebih bersifat pelarian. Tidak jarang pula pelarian ini merupakan objek adiksi baru yang belum tentu juga sehat.

Mungkinkah ada pendekatan yang lebih natural dan lebih mudah? Ada yang bilang, bahwa upaya untuk berhenti merokok biasanya harus dilakukan antara 3-6 kali hingga mencapai keberhasilan. Benarkah?

Mengapa Jangan Berusaha Berhenti Merokok?

Dari sudut pandang medis, Dr. Joseph Mercola, seorang dokter yang sangat mempopulerkan merawat kesehatan secara alami, justru menganjurkan agar seorang perokok jangan LANGSUNG BERHENTI merokok. Alasannya? Dalam rokok tersimpan berbagai zat yang bersifat obat, yang bilamana sudah dikonsumsi sekian lama maka tingkat metabolisme tubuh juga bergantung pada pasokan obat tersebut. Bila rokok tiba-tiba dihentikan tanpa merawat kebutuhan nutrisi yang cukup dan gaya hidup yang sehat, maka bisa terjadi perubahan drastis metabolisme tubuh yang bisa saja mengakibatkan efek buruk yang tidak diinginkan (salah satunya peningkatan berat badan).

Sementara menurut sudut pandang saya sendiri, begitu seseorang berkeinginan untuk berhenti merokok secara PERMANEN, dia otomatis masuk ke dalam kerangka berpikir “Berhasil/Gagal”: apakah saya bisa berhenti merokok selama-lamanya, ataukah saya akan gagal dan kembali merokok seperti yang sudah terjadi sebelumnya?

Masuk ke dalam kerangka berpikir “Berhasil/Gagal” ini justru akan membuat kita memaksakan diri untuk berhasil. Setiap pemaksaan diri, meskipun untuk tujuan yang baik, akan menyebabkan STRES TAMBAHAN di bawah sadar. Mengingat sebagian perokok menggunakan kebiasaan merokok untuk melegakan diri, menciptakan rasa nyaman, atau melepaskan stres, maka STRES TAMBAHAN ini justru meningkatkan peluang perilaku merokok untuk terulang kembali.

Siklus “Merokok Yo-Yo”

Pada fenomena diet berambisi langsing, fenomena menarik ini juga terjadi. Dalam jangka pendek, bisa saja tekad dan fokus kita untuk berbadan ideal terlaksana. Namun, begitu target tercapai, ada energi kompensasi yang mendorong kita untuk makan dan mengumpulkan kembali berat badan yang hilang. Ini yang disebut “diet yo-yo”. Dan kita bisa menggunakan metafora yang sama dengan “merokok yo-yo”.

Siklusnya seperti ini:
Takut risiko merokok → Ingin berhasil berhenti merokok → Mengumpulkan tekad sekuatnya untuk memaksakan diri berhenti secara permanen → Berhasil mengurangi/berhenti merokok dalam jangka pendek → Muncul pemicu perilaku merokok (mis. stres) → Timbul keinginan merokok lagi, tapi sudah bertekad berhenti → Terjadi konflik batin antara ingin merokok supaya lega dan ingin berhenti merokok secara permanen → Konflik batin semakin kuat, stres semakin tinggi → Ketika stres sudah melalui ambang toleransi, kemampuan berpikir jernih hilang dan akhirnya kita kembali ke pola/kebiasaan lama dalam mengatasi stres → Mulai merokok lagi → Menguatnya memori bahwa merokok itu melepaskan stres → Kecewa dan MERASA GAGAL karena tidak berhasil berhenti secara permanen → Semakin takut tidak bisa lepas dari rokok → Siklus ini berulang lagi, dst.

Siklus tersebut begitu kuat dan mengikat sehingga kita perlu memahami bahwa untuk bebas dari rokok, kita tidak boleh masuk ke dalam kerangka berpikir “Berhasil/Gagal”. Bagaimana caranya? JANGANLAH BERUSAHA BERHENTI MEROKOK.

Ya betul, saya tidak bergurau. Semakin Anda berusaha berhenti, justru seringkali hasil sebaliknya yang Anda peroleh. Bahkan sebenarnya berhenti merokok itu begitu mudah dan bisa dicapai tanpa berupaya berhenti, kalau Anda sudah melepaskan keinginan untuk berhenti.

Berhenti merokok akan sangatlah sulit bagi para perokok yang sangat ingin berhenti.

Memahami Jerat Rokok Dengan Jeli

Untuk bisa bersahabat dan terbebas dari adiksi, kita perlu memahaminya dengan lebih dekat dan jernih. Banyak orang berkonsep bahwa melepaskan benda kecil sekian sentimeter itu sebenarnya perkara mudah. Saya bukannya tidak setuju, tapi kita perlu juga membarengi dengan pengetahuan bahwa sebenarnya jerat kebiasaan merokok itu terdiri dari ribuan simpul rumit yang mengikat sistem tubuh dan batin kita.

Kalau seluruh simpul ini, baik simpul ketergantungan secara fisik maupun ketergantungan secara psikologis, sudah menjadi jerat kompleks dalam tubuh maupun batin kita, tidaklah sulit memahami mengapa segala upaya untuk terbebas dari rokok bisa menjadi perjuangan yang diwarnai jatuh bangun bagi banyak orang.

Di satu sisi, secara fisik memang sebatang rokok mengandung zat-zat yang menyebabkan keterikatan (adiksi) secara fisik. Artinya, bilamana dihentikan, maka tubuh akan merasakan kehilangan dan menuntut untuk diberikan kembali jatahnya. Memang tuntutan tubuh untuk kembali diisi nikotin tidak terasa seekstrem fenomena “sakaw” pada pengguna obat-obatan terlarang, tapi justru karena permintaan tersebut tidak terlalu ekstrem, para perokok cenderung merasa “tidak terpenjara” oleh nikotin dan menganggap bahwa dirinya tidak kecanduan. Dari sudut pandang tersebut, rokok sebenarnya menjerat lebih kuat daripada narkoba, karena zat dalam rokok mengikat tanpa membuat kita sadar bahwa diri kita terikat.

Di lain sisi, bisa ada puluhan bahkan ribuan jerat rokok yang tidak bersifat ketergantungan fisik melainkan lebih bersifat jerat psikologis yang mengikat kita terhadap “kegiatan” merokok, bukan melulu pada rokoknya. Jerat psikologis tersebut bisa berupa memori serta kebiasaan, misalnya:

  • Berbagai memori tentang rasa lega dan nyaman ketika merokok.
  • Ingatan tentang bagaimana merokok melepaskan stres.
  • Ingatan tentang bagaimana rokok adalah sahabat terbaik dalam kesendirian.
  • Ingatan menyenangkan berkumpul dengan teman-teman sambil merokok.
  • Keyakinan bahwa merokok membuat seseorang lebih kreatif.
  • Keyakinan bahwa merokok membuat proses berpikir dan produktivitas lebih lancar.
  • Kebiasaan nikmatnya merokok setelah makan, atau setelah bercinta.

Dari berbagai pengalaman dan pengamatan saya, tidak hanya pada kasus merokok, obat terkuat yang paling ampuh untuk menyembuhkan jerat memori dan kebiasaan hanyalah satu. Dan itu bukanlah membentuk memori atau kebiasaan baru yang lebih positif. Tahukan Anda apa kuncinya?

Obatnya adalah PERHATIAN yang sadar dan jernih.

Jerat Yang Lepas Sendiri Tanpa Usaha Sengaja

Setelah sempat mengeksplorasi berbagai cara untuk berhenti merokok yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dan pada saat yang sama mengajarkan keterampilan Self Healing di berbagai pelatihan, saya menemukan fenomena yang aneh.

Saya menemukan beberapa peserta Self Healing yang, setelah mulai berlatih keterampilannya secara mandiri dan hidup lebih sehat, tiba-tiba berhenti sendiri merokok. Anehnya, mereka tidak pernah melakukan upaya yang terfokus khusus untuk bebas dari merokok.

Sebenarnya, fenomena ini juga bisa terjadi pada mereka yang belum belajar keterampilan Self Healing. Pernahkah Anda mendengar cerita-cerita bebas dari rokok seperti:

  • Suatu hari, si perokok tiba-tiba merasa “ah, saya tidak ingin merokok lagi”, dan sejak itu mereka berhenti merokok.
  • Seseorang yang memulai kebiasaan jogging pagi dan setelah sekian lama ia baru menyadari bahwa sudah lama sekali ia tidak merokok sebatang pun.

Setelah saya renungi dan amati lebih lanjut, ternyata ada sebuah jalan lain yang sebenarnya mampu membebaskan kita dari rokok. Namun, karena tidak pernah kita soroti dengan jeli, mereka yang berhasil melalui jalan itu kita anggap sebagai sebuah kebetulan belaka, atau kita anggap berhasil karena tekadnya kuat.

Jalan itu bernama “Tanpa sengaja, tiba-tiba terbebas dari rokok”.
Mengapa ini bisa terjadi?

Pengamatan dari Mereka yang Berlatih Self Healing

Pada awal mulai berlatih keselarasan lahir batin, segala pemicu yang membuat ingin merokok ternetralisir oleh latihan mereka sendiri seperti:

  • Rasa tegang yang tadinya hanya bisa dicairkan dengan merokok mulai berkurang karena sering berlatih relaksasi dan pernapasan.
  • Stres dan masalah yang biasanya membuat ingin merokok mulai bisa dilepaskan secara alami tanpa bantuan rokok.
  • Trauma/luka batin yang menjadi bagian dari adiksi dan biasanya harus dilarikan dengan merokok mulai bisa disembuhkan sendiri, sehingga tidak lagi ada alasan untuk pelarian dan lebih bisa menghadapi hidup dengan jernih.

Setelah sekian lama berlatih, mereka juga mulai mengalami detoksifikasi alami tubuh/ pikiran, sehingga segala sisa zat yang bersifat adiktif maupun berbagai memori dan kebiasaan seputar merokok mulai melemah dengan sendirinya. Tanpa berusaha berhenti.

Akhirnya, ketika sudah semakin terampil Self Healing, kita semakin peka akan kebutuhan tubuh dan mulai lebih bisa merasakan respon tubuh terhadap berbagai kegiatan serta zat yang kita masukkan ke dalamnya. Suatu saat, tanpa disengaja, secara naluriah kita mulai ingin makanan yang lebih sehat dan lidah mulai kehilangan selera terhadap zat yang kurang membahagiakan tubuh kita. Pada saat itulah si perokok seringkali tiba-tiba tidak bisa meneruskan kenikmatan merokok dan akhirnya terbebas sendiri, sekali lagi, tanpa sengaja. Tanpa usaha.

Latihan Memperkuat Perhatian Merokok

Seperti disebutkan sebelumnya, obat terampuh dari berbagai memori dan kebiasaan yang menjerat adalah PERHATIAN yang sadar dan jernih. Jadi, setelah melepaskan berbagai upaya dan ambisi untuk berhenti merokok, Anda bisa mencoba latihan-latihan berikut ini.

Catatan: latihan ini tidak dirancang untuk berhenti merokok, melainkan untuk memperkuat perhatian yang sadar dan jernih tentang kegiatan merokok. Jika dilakukan tanpa niat untuk berhenti merokok, latihan-latihan seputar merokok ini bisa bermanfaat untuk membantu kita mengenal diri, mengasah kesadaran dan perhatian tentang merokok, serta membantu kita lebih sehat lahir batin—tanpa harus berhenti merokok.

Latihan #1 - Menunda:

Latihan ini saya sajikan setelah terinspirasi Pak Purnawan EA, seorang hipnoterapis yang sangat arif. Beliau mengatakan, kalau kita sudah telanjur merekam nikmatnya merokok maka berusaha berhenti permanen dari merokok sangatlah sulit. Adakah cara yang lebih mudah ketimbang berusaha berhenti? Cobalah MENUNDA DENGAN SADAR DAN SENGAJA. Selama ini para perokok sudah berhasil melakukan latihan menunda, meskipun tidak secara sadar dan sengaja. Para perokok mampu menunda merokok ketika sedang sibuk, atau berada di zona non-merokok, saat tidur malam hari, saat berpuasa, dll.

Ketika dorongan ingin merokok muncul, Anda bisa memutuskan untuk menunda merokok selama 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 10 tahun, bahkan seumur hidup. Ini akan lebih mudah dijalani karena menunda bukanlah suatu kemustahilan. Sementara berhenti permanen, yang mewakili hilang totalnya sumber kenikmatan yang telanjur terekam kuat, membuat kita semakin stres dan malah ingin merokok kalau sudah tidak tahan.

Ingat, tidak ada yang permanen dalam hidup ini. Latihan menunda membuka peluang bagi kita untuk memilih antara kapan mau merokok dan kapan tidak merokok. Setelah masa tunda berakhir, silakan pilih: apakah mau menunda lebih jauh, atau menikmati rokok seperti biasa? Latihan menunda juga tidak membuat kita terjebak dalam kerangka pikir “Berhasil/Gagal Berhenti Permanen”, kan?

Latihan #2 - Bernapas Tanpa Rokok:
Mungkin analogi berikut akan membantu: seandainya kita sedang gatal dan kemudian kita menggaruk gatal tersebut dengan satu tangan sementara satu tangan lagi sedang merokok, bisa saja kita menarik kesimpulan yang tidak tepat, yakni: merokok bermanfaat menghilangkan gatal. Tentu kesimpulan itu tidak benar. Namun, mereka yang perhatiannya tidak jernih belum tentu bisa membedakan apa yang sebenarnya menghilangkan gatal tersebut.

Dari contoh tersebut, cobalah tengok lagi semua kesimpulan kita bahwa merokok itu melegakan, nikmat, meringankan stres dan beban pikiran. Mungkinkah bahwa sebenarnya manfaat tersebut bukanlah bersumber dari produk rokok itu sendiri, melainkan dari kegiatan kita yang berhenti sejenak untuk rileks, dan menikmati keluar masuknya napas?

Cobalah sendiri: hentikan sejenak kegiatan Anda, sekadar berniat untuk rileks dari ketergesaan dan kesibukan, lalu mulai bernapas dengan sadar dan sengaja. Hirup napas dengan sangat lembut, rasakan ke dalam diri, lalu embuskan dengan perlahan dan lega. Setelah melakukan ini beberapa menit, tidakkah Anda merasa lebih nyaman? Inilah rahasia mengapa rokok itu bisa kita nikmati. Bukan karena rokoknya, melainkan karena kita bernapas secara sadar dan sengaja.

Ketika kita rutin melatih napas yang dilakukan secara sadar dan sengaja, pada saat itulah kita mulai membentuk pengalaman langsung bahwa napas merupakan kunci kenikmatan dan kelegaan. Pengalaman baru itu akan membentuk memori baru yang otomatis akan melonggarkan memori lama yang menganggap bahwa kenikmatan yang kita dapatkan berasal dari produk rokok.

Latihan #3 - Merokok dengan Perhatian 100%:
Latihan ini terinspirasi dari renungan Osho. Prinsipnya sederhana, gunakan kegiatan merokok sebagai latihan meditasi. Tahu bagaimana orang Jepang melakukan upacara minum teh? Mereka menghayati proses minum teh, seolah-olah terdiri dari 1000 tahap, dan benar-benar melakukan tahap demi tahapnya dengan perhatian 100%.

Anda juga bisa melakukan ‘upacara merokok’ dengan perhatian 100%. Mulai dari merasakan dorongan ingin merokok, sadari bahwa Anda pindah ke ruangan di mana Anda seolah akan ‘menyembah Dewa Rokok’, mengambil sebatang rokok, menyalakannya, mendekatkannya ke mulut Anda, menghirupnya dengan nikmat, merasakan asapnya di dalam tubuh Anda, lalu mengembuskannya dengan lega. Setiap bagian kecil dari kegiatan merokok perlu dihayati dan dirasakan dengan perhatian 100%. Artinya tidak boleh sambil ngobrol, melamun, kerja, nonton, atau melakukan kegiatan lain secara berbarengan. Hayati dengan perhatian penuh tanpa sebersit pun niat untuk berhenti merokok. Nikmati sepenuh hati.

Apakah Anda harus melakukan upacara itu di setiap batang rokok? Tidak. Cukup TIGA batang dari berapa pun batang rokok yang Anda konsumsi tiap hari. Nikmatilah tiga batang itu dengan perhatian dan penghayatan total. Selebihnya, silakan merokok seperti biasa.

Resep Bebas dari Rokok Tanpa Berusaha Berhenti

Dari semua perenungan di atas, berikut adalah resep intinya:

  • Jangan berusaha untuk berhenti, dan lepaskan keinginan untuk berhenti permanen.
  • Mulailah meningkatkan kualitas kesehatan fisik: asupan nutrisi yang baik, mulai berolahraga, dan memberikan kesempatan beristirahat yang cukup.
  • Melatih seni rileks, lega, dan selaras, melalui belajar keterampilan Self Healing. (silakan baca informasi lengkapnya disini)
  • Melatih 3 Latihan Memperkuat Perhatian Merokok yang telah dijelaskan di atas.

Lebih penting lagi, saya juga menganjurkan kita untuk tidak mendesak, mendorong, apalagi memaksa orang lain untuk berhenti merokok, karena anjuran tersebut bisa menyebabkan orang tersebut semakin merasa tidak diterima atau dicintai dan akhirnya menimbulkan stres yang menyebabkan dia semakin ingin merokok.

Kalau Anda tidak ingin menghirup udara yang bercampur asap rokok, menyingkirlah, atau buat kesepakatan dengan para perokok untuk sama-sama menjaga kebersihan udara yang ingin dinikmati para non-perokok. Itu lebih baik, bijak, dan adil, daripada menuntut orang lain untuk berhenti dari sebuah kebiasaan yang jeratnya kadang begitu erat.

Selamat menghirup udara segar!

Senin, 29 Juni 2009

Seminar Kesehatan Online tentang Oksigen Hiperbarik untuk Luka Diabetes

Senin, 29 Juni 2009 | 18:22 WIB

KOMPAs.com - Diabetes militus merupakan jenis penyakit kronis yang paling sering terjadi dan hingga kini diperkirakan telah terjadi pada 2,8 persen penduduk dunia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO) pada tahun 2000, menunjukan setidaknya 171 juta orang di dunia menderita penyakit diabetes. Angka ini terus meningkat dengan cepat dan diperkirakan akan mencapai 5,6 persen di tahun 2030.

Penelitian menunjukkan, bahwa borok di kaki disebabkan oleh diabetes dan dapat berujung pada komplikasi hingga menyebabkan amputasi.

Borok pada kaki merupakan 85 persen awal dari kemungkinan amputasi. Dan dalam kurun waktu 1 tahun setelah amputasi pertama dilakukan, sekitar 9-20 persen penderita diabetes harus menjalankan amputasi yang kedua.

Akibat amputasi ini berpengaruh pada kondisi fisik, rehabilitasi mental serta biaya pengobatan yang tidak murah, pasien pun bakal stres.

Untuk mencegah meningkatnnya kasus amputasi akibat borok dan jumlah penderita terapi oksigen hyperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) merupakan salah salah satu cara yang bisa dipilih untuk mengatasi penyakit ini.

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) bukanlah hal baru. Perawatan jenis ini telah ada sejak tahun 1943, bermula sejak angkatan laut Amerika Serikat menjadikannya sebagai cara untuk mengobati penyakit (gangguan) akibat berkurangnya tekanan udara atau “bends” (kejang urat yang disebabkan tekanan udara yang tiba-tiba).

Selama 50 tahun terakhir, pengobatan hiperbarik diuji coba dan terbukti HBOT meningkatkan manfaat hingga 10 kali lipat.

Masyarakat Bawah Laut dan Medis Hiperbarik, yang memimpin pengobatan hiperbarik, menyatakan HBOT tepat untuk perawatan beberapa kondisi, termasuk diantaranya :
- Penyumbatan pembuluh darah
- Sakit akibat kurangnya tekanan udara tiba-tiba
- Keracunan karbon monoksida
- Infeksi gas gangren
- Kehilangan darah berlebihan
- Cedera akibat radiasi yang berkepanjangan
- Luka akibat kena benda panas, dll

Dr. Kevin U. Chan, Direktur Medis dari Hyperbaric & Occupational Medicine Pte Ltd dan Flinders Practice Pte Ltd percaya bahwa HBOT sangat berperan penting dalam penanganan berbagai kondisi penyakit.

Sebagai perawatan utama, Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) telah digunakan untuk menangani kecelakaan menyelam seperti Decompression Sickness (DCS), Arterial Gas Emboli (AGE), dan perawatan ini juga sangat baik untuk mendukung penyembuhan luka operasi, tentunya dengan bantuan tim kesehatan yang berpengalaman.

“Keuntungan dari terapi ini adalah, penyembuhan luka. Penanganan ini adalah non-invasif dan ketidaknyamanan yang dirasakan pasien hanya minim. Ini menjadi sangat sesuai bagi siapa saja, muda atau tua.”jelas Chan.

Ikuti seminar online (webinar) gratis bersama Dr Kevin U. Chan, dengan topik “DIABETES DAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK”, tanggal 1 Juli 2009 jam 14.00 WIB! Dapatkan undangannya dengan mengirim SMS, ketik ke +6598473224. Kunjungi www.flyfreeforhealth.com untuk info selengkapnya.

oleh Dr Kevin U. Chan
Direktur Medis Hyperbaric & Occupational Medicine Pte Ltd dan
Flinders Practice Pte Ltd, Singapura.

Jumat, 26 Juni 2009

AYO... DUKUNG PULAU KOMODO INDONESIA! ! ! ! !



Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Tahun 2008, di pulau ini hanya terdapat sedikitnya 1200 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca sehingga jumlah mereka keseluruhan menjadi sekitar 2500 ekor.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.


dan.., di situs New7wonders.com pulau komodo ini termasuk sebagai salah 1 kandidat terkuat untuk masuk dalam 7 keajaiban dunia... penyeleksian ini sudah mencakup hampir seluruh negara didunia..., maka, dukunglah PULAU KOMODO ini

caranya : klik aj ke link ini...

http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/c/KomodoNationalParkNationalPark/


dan berikan suara anda untuk pulau komodo Indonesia

Hening, Tenteram, & Berserah


Durasi Pelatihan: pukul 08.30 - 18.00

Dalam satu hari pelatihan ini, Anda akan mempelajari berbagai manfaat self healing yang bisa digunakan kapan saja dalam keseharian, yakni sbb:

Emosi, Nyeri Tubuh & Beban Pikiran

  • Cara praktis mengatasi berbagai emosi negatif, seperti: amarah, khawatir, cemas, takut, duka, dan sesal.
  • Mengatasi nyeri tubuh secara alamiah dalam hitungan menit. Tanpa obat.
  • Melepaskan beban pikiran & ketegangan mental dari peristiwa sehari-hari.

Rileks & Selaras Lahir Batin

  • Menjernihkan perhatian untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan produktivitas.
  • Cara rileks yang efektif, tanpa melarikan diri dari masalah.
  • Mengenal napas sebagai penyelaras rasa dan raga.

Tubuh Sehat & Optimal

  • Meningkatkan daya tahan tubuh, mengharmoniskan saraf, kelenjar, dan sistem energi tubuh secara alami.
  • Menyeimbangkan fungsi dan koordinasi otak.
  • Mengasah kemampuan belajar serta daya ingat.
  • Merintis siklus tidur yang pulih dan pulas.
  • Memicu proses detoks alami tubuh.
  • Memperkuat diri dari energi sekitar kita yang kurang sesuai

Senin, 09 Maret 2009

GARA-GARA SATU BOTOL BEKAS

HANYA KARNA QTA MEMBUANG SATU BOTOL AIR MINUM BEKAS, KITA SUDAH MEMBUAT INDONESIA DIPENUHI SAMPAH. COBA LIHAT ADA BERAPA RUMAH DI LINGKUNGAN RUMAH QTA DAN ADA BERAPA PENGHUNI DI SETIPA RUMAH. SEANDAINYA SETIAP PENGHUNI MEMBUANG SATU SAMPAH SAJA, SUDAH BERAPA BANYAK SAMPAH TERTUMPUK SETIAP HARINYA?


sampah ada dimana-mana di sekeliling qta. Sering qta tidak menyadari, bahwa justru qta yang membuang sampah bertebaran. Bahkan dibanyak tempat, sampah sudah seperti gunung. Ada juga yang benar-benar menutupi sungai. Padahal sampah adalah sumber segala penyakit dan dapat menyebabkan terjadinya banyak bencana seperti, banjir. Jika qta terus-terusan menhasilkan sampah, tentu negeri ini akan tertutup sampah..
Ayo, qta kurangi sampah sekarang juga...